Pengumpan:
Tulisan
Komentar

Asli, saya bosen dengerin lagu natalan yang kayak gitu2 aja tiap tahun. Pernah saya denger yg versi lbh parah… versi reggee dan dangdut …  :panda: Padahal lagunya ya itu2 aja, tp aransemennya yang tiap tahun pasti ada yang beda. Dan beruntunglah, ada beberapa band power metal yang cukup relijius dan mau bikin lagu natal versi power metal. Oh yeaaahh.

Jika saya pernah ikut misa di gereja dengan aransemen musik klasik, musik pop, saya nantikan aransemen dengan power metal.

Dari antara lagu natal yang ‘itu2 aja’, saya paling suka dengan Little Drummer Boy. Saya suka makna lagu ini yang menggambarkan Natal jauh dari suasana hura-hura dan pesta duniawi. Natal menjadi hal yang sederhana namun indah. Lanjut Baca »

Winter/rain playlist

Saya punya kesukaan yang aneh terhadap cuaca dingin dan mendung. Di Indonesia ini, saya hanya bisa mendapatkan keadaan seperti itu saat musim hujan, atau ke puncak saat hujan.

Banyak lagu dalam playlist saya yang bisa cocok dengan keadaan mendung/dingin, yang malahan sangat cocok jika disetel dalam keadaan seperti itu. Jika sedang terik panas matahari, malah tidak pas sama sekali. Kecocokan di sini bukan cuma dari segi lirik, tp dr segi musiknya.

Winter/rain playlist Lanjut Baca »

dan fanart…

Membaca suatu komen di DA membuat saya mengingat bagaimana saya menggambar pertama kalinya. Well, saya belajar gambar dengan meniru, bahkan sebetulnya dengan cara menjiplak. Saya taruh gambar aslinya di bawah kertas kosong, lalu saya jiplak. Itu dulu, waktu msh TK dan SD. Saya sudah tidak menjiplak lagi setelah kelas 4 SD. Namun saya masih meniru gambar sampai kira-kira SMA.

Dulu, orang2 di sekitar saya berkomentar jika gambar tiruan saya itu tidak persis dengan aslinya, maka kurang ‘oke’. Well, dulu saya belajar gambar dengan meniru hingga persis.  Saya baru mengembangkan style gambar sendiri akhir2 ini, dan sekarang jika saya menggambar fanart, saya ingin gambar itu berbeda sekali dengan gambar aslinya. Makin beda, malah makin menunjukan kekhasannya itu, walau ‘cuma’ fanart.

Fanart bagi saya adalah bentuk apresiasi dari karya asli yang saya buat fanartnya itu, dan menggambarkan bagaimana saya melihat cerita itu. Dulu saya bisa menggambar fanart Rurouni Kenshin semirip2 mungkin dengan gambar aslinya. Sekarang saya belum mencoba membuat fanart Kenshin lagi, tapi rasa2nya hasilnya  akan berbeda sekali dengan 2-3 tahun yang lalu .

(Susah mencari gaya gambar sendiri. Para komikus dan ilustrator handal lainnya juga butuh waktu mengembangkan style mereka sendiri.. maka dari itu gambar menjadi unik dan berbeda.)

Kembali ke fanart lagi, akhir2 ini yang sering saya buat fanartnya malah karakter dari anime/manga shoujo, genre yang hampir tidak pernah saya lirik. Tetapi marimite (maria-sama ga miteru) sudah mencuri hati saya sejak beberapa waktu ini, terutama salah satu tokohnya, Satou Sei. Bukan tokoh utama, tapi pernah menjadi tokoh penting dalam cerita, dulu, sebelum season 3 dan 4 muncul.  Saya mempelajari karakter ini selama beberapa waktu, dan akhirnya mencoba membuat sendiri fanartnya. Dari fanart Sei pertama yang saya buat, hingga yang paling baru, tidak ada yang sama persis dengan gambar aslinya. Lanjut Baca »

to the sound of vielle

Saya akui, kadang saya teralu tenggelam kepada entusiasme saya terhadap medieval era. Msh banyak sekali aspek yang blm saya pelajari, dan belum saya ketahui. Sayangnya… tidak ada jurusan khusus sejarah abad pertengahan di indonesia. Saya harus ke eropa untuk mempelajarinya dan mendalaminya. Maka dari itu, saya tetap menyebut diri sebagai entusias sejarah, karena saya blm dapet restu untuk mendalami sejarah lagi (yang artinya juga, saya blm dapet dana untuk mempelajari jurusan abad pertengahan ke eropa sana) Lanjut Baca »

Tulisan Sebelumnya »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.