
Well, setelah beberapa lama ‘vakum’ dari mendengar musik metal, akhirnya saya kembali lagi ‘berheadbangin’ dengan lagu2 dari Sonata Arctica. Dan menariknya adalah, metal macam gini yang saya cari2 sebetulnya.
Oke, saya memang sudah mengenal metal sejak duduk di bangku SD. Biarpun lagu classic slow rock adalah yang mengenalkan saya ke dalam dunia musik rock, tetapi saya akhirnya lebih jatuh cinta ke metal. Hm, overall, saya suka semua aliran musik, terutama rock dan metal. Saya ga gitu mempermasalahkan genre2 dalam metal, bagi saya, biarpun beda2 genrenya, semuanya adalah para pecinta metal.Saya berkenalan dengan band Sonata ini secara tidak sengaja. Lewat diskusi musik metal di forum kesayangan : http://www.gamexeon.com/forum , saya malah jadi kembali menekuni dan mendengarkan musik metal lagi. Jika dulu saya lebih kepada thrash metal dan nu metal, kini saya agak beralih ke symponic metal. Biarpun Sonata memang tidak symphonic metal, tapi saya tetep suka. Sonata, saya baca di wikipedia, termasuk ke power metal. Namun, kalau mendengarkan album2 baru mereka, kayaknya Sonata memang mengadakan perubahan. (tapi jujur, saya sih suka2 aja. Feel lagunya masih tetap dapet menurut saya)
Lagu pertama Sonata yang saya dengarkan itu White Pearl Black Ocean. Sewaktu pertama kali mendengarkannya, saya langsung stunning. Wow. Saya baru tau ada metal seperti itu. Dahulu, di kepala saya jika mendengar musik metal, selalu dikaitkan dengan sesuatu yang keras, chaos, pemberontakan, amarah. Musiknya akan keras, dengan kalimat2 keras pula, seperti menggambarkan sesuatu yang memberontak, bahkan kalimat makian pun akan terdengar. Namun sewaktu saya mendengarkan White Pearl itu, saya tertegun. Tidak semua metal seperti apa yg saya pikirkan dulu. White Pearl, menggambarkan kesedihan, rasa senang, rasa bersalah, dan kekecewaan. Dari segi lirik dan musik, lagu itu brillian. Ada bagian yang sangat kencang dan keras, namun ada pula bagian yang begitu pelan, sedih dan rapuh.
Saya makin tertarik untuk mengetahui lebih dalam tentang band ini. Band ini beranggotakan 5 orang cowo2, yaitu :
1. Tony Kakko (vokal, keyboard, – ato bagi saya : storyteller)
2. Elias Viljanen (gitar, backing vokal)
3. Marko Paasikoski (bass, backing vokal)
4. Tommy Portimo (drum)
5. Henrik Klingenberg (keyboard, keytar)
(ini adalah formasi Sonata yang sekarang)
Kelima cowo ini berasal dari Finlandia. Awalnya, band ini bernama Tricky Beans, didirikan oleh Marko Paasikoski, Jani Liimatainen dan Tommy Portimo Kemi. Kemudian pada tahun 96 Tony bergabung dalam band. Pada tahun 97, band ini berganti nama menjadi Tricky Means. Band ini merombak gaya permainan musik mereka, ditambah dengan suara vokal Tony yang mampu falseto sekaligus tenor. Namun Marko Paasikoski, meninggalkan band ini.
Dan pada tahun 99, dengan formasi Tony Kakko(vokal), Jani Liimatainen(gitar), Janne Kivilahti(bass) ,Tommy Portimo (drum) membuat demo mereka “FullMoon”, dan berganti nama menjadi Sonata Arctica. Pada sekitar tahun 99 – 2002, terjadi beberapa pergantian formasi, Mikko Härkin mengisi posisi keyboard, Marko Paasikosk, kembali mengisi posisi bass untuk menggantikan Janne Kivilahti. Pada tahun 2002, Mikko Härkin meninggalkan band. Dan pada tahun 2003, Henrik Klingenberg, bergabung dalam band dengan keytar mautnya itu.
Album2 Sonata :
- Ecliptica (1999)
- Silence (2001)
- Winterheart’s Guild (2003)
- Reckoning Night (2004)
- Unia (2007)
- The Days of Grays (2009)
(sebelumnya mereka juga punya album EP sebelum Ecliptica)
Cover album Unia mereka terbilang cukup unik juga, karena jika diperhatikan baik2, ada gambar mata yang sedang mengintip dari lubang. Gambar itu dihubungkan dengan karakter dalam lagu “Caleb”)
White Pearl sendiri berasal dari album Reckoning Night. Hmm, yang menarik lagi dari Sonata adalah, mereka mempunyai ‘wolf’s songs’, lagu ttg srigala (atau werewolf). Srigala itu ternyata adalah hewan kesukaan Tony. Contoh wolf song : “The Cage”, “FullMoon”,dll. (nanti saya cari lagi ah, mesti dengerin liriknya dengan baik dan benar)




