Feeds:
Pos
Komentar

Sepanjang pengalaman saya, sejumlah musisi, band, penyanyi, memang kerap kali menyelipkan lagu tambahan, yang biasanya tidak ada di official international release. Lagu-lagu ini hanya dirilis untuk kawasan tertentu atau negara tertentu aja. Tidak terkecuali Sonata Arctica. Diantara official release, mereka juga kerap kali mengeluarkan bonus track untuk negara tertentu, dan biasanya sih Jepang.

Saya pernah baca, bahwa audiens Jepang ternyata cukup mengapresasi power metal, dan memiliki pasar tersendiri yang cukup loyal. Sehingga ga heran kalau banyak label dan band metal yang akhirnya membuat bonus tambahan untuk fans mereka di sana.

Yang menarik, saya mendapati bahwa saya sangat menikmati bonus track untuk Jepang ini. Bahkan saya kadang berharap mereka ngeluarin juga di versi international. Well, karena ini juga bonus track, maka sejumlah lagu di postingan ini tidak bisa saya masukan ke list di sini.

Langsung aja dah..

Lanjut Baca »

Dengan 9 album, Sonata Arctica memberikan banyak lagu untuk menemani hari-hari saya selama ini. Band power metal dari Finlandia memang dikenal dengan lagu-lagu mereka dengan lirik yang penuh makna, dan tempo cepat serta penuh melodi.

Well, saya pribadi memiliki sejumlah lagu dari tiap-tiap album yang bisa didaulat menjadi lagu-lagu favorit. Sebetulnya hampir semua lagu Sonata Arctica memiliki impact mendalam ke saya, namun lagu-lagu inilah yang tetap menjadi jagoan. Well, untuk tulisan ini saya membatasi 3 lagu untuk tiap album, dan saya juga sertakan beberapa alasan singkat kenapa saya menyukai lagu-lagu tersebut.

Lanjut Baca »

Ada 1 karakter yang sering banged saya gambar. Sangat-sangat-sangat sering. Tapi dibilang OC (original character) yah juga bukan sih. Karakter ini sebetulnya berasal dari serial anime sekaligus manga dan light novel, Maria-sama ga Miteru (marimite). Di dalam serial itu, ada 1 karakter, Satou Sei, yang menghiasi buku sketsa dan halaman deviantart saya. Dan saya pasti sering menggambar dia dalam pakaian spesifik, yang bahkan pakaian ini cuma muncul beberapa menit di anime. Tapi sangat-sangat mencuri perhatian saya selama bertahun-tahun.

Pertama kali muncul di episode 3, tepatnya saat sesi latihan untuk drama, Sei tampil dengan pakaian ala Renaissance, yang mungkin berasal dari abad 15 ato 16. Damn… saya yang emang menggemari sejarah dari medieval dan Renaissance ini, langsung tertarik. Beberapa waktu lamanya, saya mencoba browsing dan mencari apakah ada orang lain di internet yang menggambar Sei dengan penampilan kayak gini. Ternyata… hampir ga ada. Lalu saya pikir.. screw it. Jika ga ada yang buat, biarin saya yang buat sendiri. Dan ini adalah awal dari banyaknya sketsa-sketsa Sei dalam period clothing ini.

Lanjut Baca »

My fancy paper…

Ada yang pernah bilang ke saya, untuk ngegambar nda teralu penting peralatan mahal yang bermerk. Peralatan murah juga bisa kok bikin gambar yang bagus. Pernyataan tersebut ga salah, tapi juga ga sepenuhnya benar. Di satu sisi, memang ga butuh peralatan gambar super mahal yang fancy untuk bikin sesuatu yang bagus. Tapi, ada sebabnya kenapa ada art supplies yang fancy dan harganya selangit. Jawabannya tentu kualitas.. dan harga (dalam hal ini) emang ga bisa bohong.

Job utama saya sendiri bukan illustrator atau orang yang membuat gambar. Tapi saya emang suka ngegambar untuk kesenangan pribadi. Jadinya saya ga teralu fanatik soal peralatan gambar. Cuma sejak kejadian sketch book saya basah kena air minum, dan membuat semua gambar dengan marker murah jadi luntur, saya jadi mikir-mikir lagi soal fancy art supplies. Sejak itu saya mulai memperhatian peralatan gambar yang saya punya. Ga harus mahal banged, yang penting bukan sekedar ada.

Selain itu gambar-gambar lama saya yang menggunakan marker murah juga makin lama.. makin luntur. Sedangkan gambar yang (kebetulan) saat itu menggunakan marker yang lebih bagus, ternyata jauh lebih bertahan.

Tapi ya karena peralatan gambar fancy itu harganya memang kurang cocok di dompet (dan kudu nabung), saya bener-bener perhitungan untuk menggunakannya. Kayak makai my fancy Canson paper. Saya pake kertas ini untuk gambar yang uda bener-bener mantep. Kalau baru sketsa biasa, yah saya akan make kertas biasa aja. Jenisnya paling kertas untuk mesin printer, yang sekitar 100 atau 150 gsm.

Saya ada 2 jenis Canson, yang khusus untuk pencil dan ink, dan yang satu lagi untuk water color. Ini sumpah.. beda banged teksturnya dengan kertas biasa. Dan jika memang bisa menggunakannya, hasilnya akan lebih mencolok lagi.

Lanjut Baca »