Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘Film’ Category

Selain Paperclip, Gramedia mungkin adalah salah satu tempat yang sangat menggoda batin. Ada dorongan untuk selalu ngecek bagian buku-buku baru, atau kalau mau sangat spesifik: bagian buku anak-anak. Hanya untuk mengecek, apakah ada buku Frozen terbaru di sana, dan memang ada.

Frozen: Anna & Elsa: Memori dan Keajaiban adalah judul kedua, dari seri novel Anna & Elsa: Sisterhood is the Strongest Magic. Menurut halaman Wiki-nya Frozen, akan ada 5 buku. Nah, Indonesia baru kebagian sampai judul kedua, yakni Memori dan Keajaiban (Memory and Magic, untuk versi internasionalnya). Seri ini akan memfokuskan pada relasi antara Anna dan Elsa, setelah mereka kembali bersama. Atau sih lebih spesifiknya, tentang bagaimana hari-hari mereka setelah Musim Dingin Abadi Arendelle selesai.

Ada banyak hal yang belum terjawab dalam Frozen, dan rasanya susah untuk dijabarkan satu-persatu dalam sekuelnya nanti di tahun 2016. Maka dari itu seri novel seperti ini pas sekali untuk menjelaskan banyak hal dalam hubungan Anna dan Elsa. Misalnya saja saya selalu bertanya-tanya apakah Anna ingat mengenai kejadian naas saat dirinya berusia 5 tahun itu? Sebuah pristiwa yang menjadi pencetus jauhnya hubungan antara dia dan kakaknya, Elsa, selama 13 tahun. Buku ini mencoba menjawab semuanya itu, tapi dengan nuansa yang amat ringan. Walaupun sebetulnya topik yang dibahas, tidaklah semudah itu.

 

(lebih…)

Read Full Post »

Oke.. ada sebuah detil yang sebetulnya sangat mengganggu pikiran saya. Yeah, sejak pertama kali saya nonton frozen (damn..), saya sadar betul film ini bersetting di abad 19. Era di mana belum ditemukan pakaian dalam, yang bentuknya kayak yang kita pakai sekarang. Yeah right, belum ada bra, ataupun celana dalam yang ngepres kayak yang kita-kita pakai sekarang.

Well, tentu aja manusia abad 19 sudah mengenal pakaian dalam, namun modelnya berbeda. Misalnya saja, wanitanya tidak menggunakan bra untuk menopang payudara, melainkan korset. Saya bahagia sekali hidup di jaman ini, sebab saya ga suka pake korset. oke.. nevermind.. too much information.

Tapi dalam konteks Frozen, tentu saja kedua karakter wanita di film ini, Elsa dan Anna, jelas belum memakai bra ataupun celana dalam yang kayak kita pakai di era ini. Besar kemungkinan mereka memakai korset.

Lalu gimana bagian bawahnya?

(lebih…)

Read Full Post »

Saya memang ga nonton premiernya, tapi saya ga gitu mempermasalahkan kayak begituan. Well, hari ini saya akhirnya nonton Frozen Fever, 2 hari setelah premier di Indonesia. First things first, Frozen Fever adalah mini movie, alias durasinya benar-benar singkat. Yup, sekitar 7 menit, dan sebagian besar isi film tersebut adalah lagu ini:

(lebih…)

Read Full Post »

Saya kepikiran mengenai bagaimana Elsa berpotensi menjadi tipikal Mary Sue, namun Disney mengambil langkah drastis dan membuatnya menjadi karakter paling kompleks.

Mary Sue? Yes.. Elsa memiliki hampir semuanya. Cantik? Check. Seksi? Check (duh) Kekuatan super yang melebihi manusia biasa? CHEECK! Kekayaan dan jabatan penting? Check (she’s a frickinnn Queen, tentu aja dia kaya raya dan super terkenal).

Hampir saja karakter ini menjadi karakter paling plain, karena teralu sempurna….

(lebih…)

Read Full Post »

null

Ada beberapa hal yg sebetulnya agak menganggu saya, dalam sudut pandang ke-nerd-an saya (is that even a word?) Sejumlah detil2 kecil dalam Frozen, yang agak.. disturbing sebetulnya.

Dan… spoiler alert.

(lebih…)

Read Full Post »

Gara2 sepupu saya ngesharing lagu soundtracknya The Curse of Golden Flower, saya jadi nonton lagi itu film. Dan, masih tetap amazing. Seperti saya pertama kali menontonnya 8 tahun yang lalu.

The Curse of Golden Flower adalah film epik kolosal, yang mengambil setting Dinasti Tang di Cina. Ceritanya? Simply epik. Menceritakan banyak hal tabu, hingga konspirasi seputar keluarga istana. banyak hal mencengangkan yang terjadi di film ini.

Saya benar2 suka plot twistnya, beserta pesan yang ingin disampaikan film ini. Di dunia ini ga ada yang benar2 putih, ataupun hitam. Segala kesempurnaan itu semu, dan yang terbaik adalah tampil apa adanya.

(lebih…)

Read Full Post »

Dari semua misteri Frozen, ini adalah urutan kedua yang paling bikin penasaran. (Urutan pertamanya adalah: dari mana asal kekuatan Elsa). Well, urutan kedua misteri Frozen (menurut saya), adalah:

 

“Itu ngapain joan of arc jadi kameo?”

 

Well.. saya serius. Pertama kali saya nonton Frozen di bioskop, saya langsung nyadar. Lukisan yang ditunjuk Anna di lagu “Do You Want to Build a Snowman”, salah satunya adalah lukisan Joan of Arc. Bahkan dilirik lagunya juga disebut namanya “Hang in there, Joan”

(lebih…)

Read Full Post »

Older Posts »