Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘Uncategorized’ Category

Ada yang pernah bilang ke saya, untuk ngegambar nda teralu penting peralatan mahal yang bermerk. Peralatan murah juga bisa kok bikin gambar yang bagus. Pernyataan tersebut ga salah, tapi juga ga sepenuhnya benar. Di satu sisi, memang ga butuh peralatan gambar super mahal yang fancy untuk bikin sesuatu yang bagus. Tapi, ada sebabnya kenapa ada art supplies yang fancy dan harganya selangit. Jawabannya tentu kualitas.. dan harga (dalam hal ini) emang ga bisa bohong.

Job utama saya sendiri bukan illustrator atau orang yang membuat gambar. Tapi saya emang suka ngegambar untuk kesenangan pribadi. Jadinya saya ga teralu fanatik soal peralatan gambar. Cuma sejak kejadian sketch book saya basah kena air minum, dan membuat semua gambar dengan marker murah jadi luntur, saya jadi mikir-mikir lagi soal fancy art supplies. Sejak itu saya mulai memperhatian peralatan gambar yang saya punya. Ga harus mahal banged, yang penting bukan sekedar ada.

Selain itu gambar-gambar lama saya yang menggunakan marker murah juga makin lama.. makin luntur. Sedangkan gambar yang (kebetulan) saat itu menggunakan marker yang lebih bagus, ternyata jauh lebih bertahan.

Tapi ya karena peralatan gambar fancy itu harganya memang kurang cocok di dompet (dan kudu nabung), saya bener-bener perhitungan untuk menggunakannya. Kayak makai my fancy Canson paper. Saya pake kertas ini untuk gambar yang uda bener-bener mantep. Kalau baru sketsa biasa, yah saya akan make kertas biasa aja. Jenisnya paling kertas untuk mesin printer, yang sekitar 100 atau 150 gsm.

Saya ada 2 jenis Canson, yang khusus untuk pencil dan ink, dan yang satu lagi untuk water color. Ini sumpah.. beda banged teksturnya dengan kertas biasa. Dan jika memang bisa menggunakannya, hasilnya akan lebih mencolok lagi.

(lebih…)

Read Full Post »

Saya memutuskan untuk mengganti judul blog dan gambar banner…. (lebih…)

Read Full Post »

Hammerfall – Templars Of Steel

The hands of time have brought you here
to make a change, to break down the walls
You are the ones and you are the only
trying to live by your own goals

And you all cry for freedom
Raise your fists to the sky

Let your voice speak for the revolution
All join forces with all the powers that you feel
Let your heart beat for the revolution
Led by the Templars of Steel

Lets spread the word of the sole survivors
with metal pounding inside their souls
The fire burns, and it will forever
blaze for the ones who stands strong

And you all cry for freedom
with your fists in the sky

Let your voice speak for the revolution
All join forces with all the powers that you feel
Let your heart beat for the revolution
Led by the Templars of Steel
You are the Templars of Steel

Oh, oh, oh …

Let your voice speak for the revolution
All join forces with all the powers that you feel
Let your heart beat for the revolution
Led by the Templars of Steel

Let your voice speak for the revolution
All join forces with all the powers that you feel
Let your heart beat for the revolution
Led by the Templars of Steel
You are the Templars of Steel

Read Full Post »

The First Templar

Saya tau game ini saat menonton trailernya di IGN. Saya agak ceroboh saat itu dan menyangka itu hanya ada di X360 saja. Saat itu, pupus harapan saya untuk memainkannya krn blm ada si x360. Hingga akhirnya saya tak sengaja dibelikan game ini oleh seseorang. Saya kaget, lhooo.. ada versi PCnya? Astaga. (saya harus membaca lbh teliti lagi lain kali)

Dengan semangat, saya install ke PC dan memainkannya. Saya kira ini hanya game adventure semata dengan templar sebagai ‘hiasannya’. Tapi… ah, saya akui, saya menyukai sekali game ini. (lebih…)

Read Full Post »

mood-block

Ada yang bilang art-block, atau write-block, tapi saya menyebutnya : mood-block.  Dipikir2 lagi, mungkin pengertiannya sama dengan sebutan art-block.

Jika yang namanya mood itu bisa selalu ada, dan selalu bisa saya panggil kapan saja saya mau, bisa dipastikan saya bukanlah deadline chaser.  Hmm, mungkin kata lain yg lebih simpel untuk beberapa orang untuk menyebutnya, adalah malas.  Kadang saya mengalami ini, mood-block, art-block, malas, entah apa saja sebutannya. Intinya adalah suatu keadaan di mana saya tidak memiliki minat dalam bidang apapun, entah itu menulis, menggambar, bengong, mencari ide, dan beberapa hal2 lain yang sepele juga. Saya lebih memilih duduk dan nonton tivi kabel (yang mana lagi tivi kabelnya sudah menyebalkan, karena siaran premiumnya yang bagus2 sudah dikunci. alias gratisannya sudah selesai, dan kini saya kembali ke channel standarnya tivi kabel. Memang acaranya lbh menolong ketimbang tivi lokal, tp tetap aja saya bosan menonton acara yg bisa diulang2 3 kali dalam sehari. Mana lagi bukan acara kesukaan saya. Acara kesukaan saya malah ga ditayangin mulu.. huh. curcol)

Dengan keadaan malas2an super, yang didukung tivi kabel yg menyedihkan (cuma hari2 tertentu dan jam2 tertentu yg oke, tp itu JAUH lbh baik ketimbang tivi lokal), kegiatan saya praktis cuma makan tidur ngenet, dan siklus itu berulang lagi. Kadang saya mendengarkan musik. Tapi.. tetap saja, mood itu tidak kembali lagi. UGH.  Mood yang mengendalikan banyak sisi artistik dari saya, mood gambar lah, mood bengong lah, mood nulis lah. Dunia ide saya seperti mengalami musim kemarau karena mood saya hilang. Ga ada ide cerita, ga ada yang bisa dibengongin. Arghhhhhh…. (lebih…)

Read Full Post »

Image and video hosting by TinyPic

Kemarin, saya beruntung sekali bisa menghadiri suatu pesta yang cukup mewah menurut saya. Dan tentu aja, saya bisa icip2 berbagai makanan mahal dan enak dengan kelas hotel bintang 5. Bahkan chefnya aja import. Hohohoho. Saya tidak menyia2kan kesempatan itu.

Well, saya memang suka makan. Memang tidak sampai begitu maniak makan, tapi saya memang suka makan. Namun tetap ada makanan yang tidak saya suka dan saya tetap tidak akan memakannya.  Menurut saya, makan bukan cuma untuk kenyang, tetapi juga untuk kepuasan lahir dan batin. Tidak hanya kenyang perut,  tapi juga puas.

Berangkat dari alasan itu, kini saya makan tidak hanya untuk mencari rasa kenyang, tapi juga mencari banyak hal menarik di baliknya. Kecuali memang jika makan all u can eat, saya akan makan sekenyang2nya. hahahahaha. (lebih…)

Read Full Post »

nerdfreak


kadang, gue merasa kesepian banged, tanpa ada yang bisa memahami perasaan gue itu

Ditemani lagu “Mighty Rivers Run”, saya mulai membenahi perasaan saya sendiri. Rasa kecewa yang mulai menggila dan membanjiri sanubari saya. Saya adalah nerdfreak, minoritas dari minoritas.

Pengertian Nerdfreak

apa itu nerdfreak? Istilah itu ditemukan oleh diri saya sendiri. Nerdfreak mengacu pada seseorang yang ada diantara ‘nerd’ dan ‘freak’. Dia tidak diterima di kalangan ‘populer’, dan kadang dia merasa dia bingung, sebetulnya siapakah dia? Dia bukanlah berasal dari kalangan yang sangat nerd, tp dia aneh alias freak. (lebih…)

Read Full Post »

Older Posts »